Rabu, 30 Mei 2018

Curahan Hati Mahasiswa Perbandingan Agama Kepada Sang Bunda


Waktu kadang seperti aliran air yang mengalir begitu saja, tanpa disadari banyak waktu terbuan sia-sia. Dua tahun sudah menjali pembelajaran di-Studi Agama, namun kadang hati merasa goyah akan sindiran keras dari orang sekitar yang meremehkan prodi ini. Tapi dengan semangat yang kuat semua sindiran itu bagaikan hembusan angin segar sebagai motivasi semangat pembelajaran. Mahasiswa adalah orang yang sudah dewasa, berani, punya prinsip tak ragu mencoba. Dan keinginan orang tua adalah hal terindah yang harus diwijudkan, karena orang tua kita berharap kita jadi orang hebat.
Masa depan diri mahasiswa ada ditangan kita sendiri, IPK yang buruk bukan berarti menggambarkan masa depan yang buruk pula. Waktu kita masih panjang, semangat perubahan yang kita miliki dan perwujudan keinginan orang tua yang tak pernah padam dan surut sedikitpun. Ikuti pembelajaran, cermati setiap ilmu yang diajarkan. Jangan hanya datang mengisi absebsi perkuliahan tanpa memikirkan kecerdasan intelektual. Cari pengalaman sebanyak-banyaknya, agar kita tidak hanya dibatasai oleh tembok-tembok perkuliahan. Mahasiswa bukan pengecut yang mau lari dari persoalan, mahasiswa harus mau mengerti dan peduli terhadap masalah yang ada disekitar. Kebanggan orang tua bukan hanya pada pada nilai terbaik yang kita dapatkan, melainkan kesalehan sosial yang kita tanamkan pada diri kita sendiri.
Orang tua akan tajut jika kita lulus dengan nilai baik tanpa bisa dipertanggung jawabkan, etika moral dan pengalaman sosial juga harus diutamakan. Tugas mahasiswa tidak hanya selesai pada bangku perkuliahan saja, julukan Agen Perubahan yang kerap diunggulkan harus bisa dibuktikan. itu sebabnya, jangan terlalu larut dengan kehidupan kampus yang hanya mendewakan penampilan tetapi minus pengetahuan. Mulailah membaca buku-buku yang memberi kita keyakinan akan perubahan sosial, bukan hanya membaca artikel abal-abal tanpa rujukan. Jadilah mahasiswa yang smart dengan buku bacaan, bukan hanya smart dengan bantuan handphone mahal yang bisa kita didapatkan. Jadilah mahasiswa yang optimis, kritis, dan memberi nilai positif. Banyak cara dan tempat agar kita bisa memperoleh pengalaman, bukan hanya duduk santai dalam bangku perkuliahan, melainkan belantara kehidupan sosial masyarakat yang kini mengalami derita.
Mahasiswa bukan hanya terdiri dari anak orang kaya, tetapi juga anak buruh tani dan rakyat miskin kota. Berusahalah sebisa kita, wujudkan keinginan orang tua. Rubahlah kehidupan menjadi dewasa yang bisa merubah nasib keluarga. Jangan putus asa, dan jangan takut akan ancaman, jangan jadi mahasiswa mudah menyerah pada keadaan. Orang tua kita berkorban apapun demi mewujudkan cita-cita yang kita harapkan. Tantangan masa depan di era millenial bukan berarti harus mengesampingkan kesalehan moral, sebagai agen perubahan harus bisa menempatkan diri sesuai tindakan. mahasiswa juga mempunyai berbagai perannya dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa Indonesia, peran tersebut adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan pada suatu kaum, sebagai generasi pengganti yang menggantikan kaum yang sudah rusak moral dan perilakunya dan juga sebagai generasi pembaharu yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan negatif yang ada pada suatu kaum.
Peran ini senantiasa harus terus terjaga dan terpartri di dalam dada mahasiswa Indonesia baik yang ada didalam negeri maupun mahasiswa yang sedang belajar diluar negeri. Apabila peran ini bisa dijadikan sebagai sebuah pegangan bagi seluruh mahasiswa Indonesia, roh perubahan itu tetap akan bisa terus bersemayam dalam diri seluruh mahasiswa Indonesia. Jadi lakukan apa kamu bisa lakukan untuk bangsa ini, terutama ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka dari itu, semangat perubahan dan keinginan kita lah yang akan menentukan diri kita menjawab tantangan masa depan dan mewujudkan impian. Berani mencoba, dan berusaha akan membawa kita memperoleh pengalaman luar biasa, “Impossible is nothing” yang penting yakin dengan usaha kita dan yakin kalau kita bisa.

penulis asli : Ismawati 
Mahsiswa IAIN Kediri


2 komentar:

  1. Masya Allah. Kata-katanya terangkai rapi .
    Dan menyentuh bagi sang pembaca.
    Semangat. ..
    Mewujudkan impian..

    BalasHapus

Fenomena Mahasiswa Dengan Ngopi di Kantin Mengacu Pada Teorinya Ralf Dahendrof Yakni Teori Fungsionalisme Konflik.

Fenomena Mahasiswa dengan Ngopi di Kantin Sebagai mahasiwa kampus kigiatannya selain ngerjain tugas atau belajar ada yang hampir 80% w...